Penulis Amatiran, Kritikus Sok Kritis, Mahasiswa Kurang Kerjaan
Catching Elephant is a theme by Andy Taylor

Apa yang sebenarnya membuat The Raid menarik? Sudah banyak film Hollywood yang berceritakan tntang sekolompok polisi elite, sudah banyak juga yang menceritakan tentang penghancuran bos criminal. Sebenarnya tidak ada yang menarik kalau dari segi cerita. Karena ini film yang 100% menghibur. Tidak ada banyak drama, tidak ada cinta-cintaan yang terlalu diumbar. Hanya ada membunuh atau dibunuh.
The Raid adalah film Indonesia yang akhirnya berhasil menembus Hollywood. Dan pembuatan serta casting pemeranya semuanya hampir semuanya buatan Indonesia. Hanya saja film ini dusutradarai oleh Gareth Evans. The Raid dibintangi oleh Iko Uwais (Rama), Joe Taslim (Jaka), Ray Sahetapy (Tama), Doni Alamsyah (Andi), Yaya Ruhian (Mad Dogg), Pierre Gruno (Wahyu). Dari pengambilan nama saja tidak ada nama yang beribet. Semua nama adalah nama Indonesia umum. Dikisahkan sekelompok elite polisi Indonesia menyerbu sebuah apartemen kumuh yang menjadi pusat kekuasaan Tama. Dalam penyerbuan tersebut bocor karena seorang saksi mata yang berhasil melarikan diri. Darah pun mulai bercucuran ketika Tama mempersilahkan teman-temannya untuk ‘menyambut’ pasukan polisi tersebut.
Film ini menggambarkan bagaimana bertahan hidup dari sekerumunan preman-preman yang kejam. Dilihat dari aksi yang menghiasi selama 101 menit ini koreo pencak silat yang sangat indah berhasil menjadi tontonan yang sangat menyenangkan, meskipun tetap terlihat sadis. Beberapa kali saya menonton dengan menutup mata. Bahkan terbatuk-batuk.

Satu alasan saya menonton The Raid adalah Ray Sahetapy. Disini dia benar-benar berkelas. Pembawaanya sebagai Tama yang tenang membuatnya menjadi sosok yang mengerikan. Awal mulanya saya berandai-andai kalau tokoh Tama diperankan oleh Tio Pakusadewo. Tapi sudahlah, Ray Sahetapy berhasil menjadi mengerikan di film ini. Adakah sosok bos penjahat yang mau makan mie goreng instant kemudian menembaki tawanan tepat dikepala? Bahkan mau untuk minta tolong kepada tawanannya untuk menunggu eksekusi selanjutnya. Apa lagi ucapannya ketika mengucapkan “ Selamat Bekerja, dan jangan lupa bersenang-senang”. Penekanan kata terhadap bersenang-senang membawa efek tersendiri bagi saya ketika menontonnya.


Yang pasti menonton film ini membuat kita terhibur luar biasa. Tiada yang lebih menyenangkan ketika menyaksikan aksi pencak silat ditambahi dengan senjata-senjata canggih ala tim SWAT.
Salah satu adegan yang sangat saya sukai adalah ketika Rama melawak kerumunan machete gang. Dimana salah satu anggota machete geng berhasil mengikuti tarian Rama dan berakhir dengan leher tertusuk kedalam tancepan kayu.
Turntable segala merk,hahahaha

Harddis eksternal (ahhh,kapasitas di dalam laptop sudah mau meluber)

Marvin Gaye-Lets Get it on LP
James Blake-Self Title LP

Arcade Fire-The Suburbs LP

The Godfather DVD Boxset

The Simpson DVD from season to season..

Setelah sekian lama akan rasa muak, amarah, dan hampir putus asa akhirnya tamparan itu muncul juga. Tamparan yang berasal bukan dari luar lapangan seperti apa yang dulu sangat dikhawatirkan yaitu sanksi dari lembaga tertinggi sepak bola dunia (FIFA), melainkan tamparan yang berasal langsung dari arena yang sesungguhnya. Arena sepak bola dalam kurun waktu 90 menit. Tragedi Manama menampar semua masyarakat Indonesia tidak terkecuali. Bahkan orang-orang yang tidak menyukai sepak bola pun akan terasa tertampar dan malu. Kekalahan kali ini bukan kekalahan yang dihadapi dengan wajah tegak menatap kedepan dibarengi dengan tepuk tangan bangga para supporter. Yaitu kekalahan 10-0 dari Bahrain.

Euforia girlband-girlband sudah merambah kepada tataran masyarakat Indonesia pada umumnya. Setiap hari kita pasti disajikan suguhan wanita-wanita atau mungkin dikatakan remaja atau juga anak-anak perempuan yang bernyanyi, menari, dan senyum termanis mereka di televise. Pakaian-pakaian mereka pun berwana dan beragam. Dress-dress lucu sampai pakaian yang mampu membuat pria-pria berkata “Gemes”.

Serigala adalah salah satu predator yang amat bahaya dan kerap kali melolong di tengah malam,kehadirannya amat dihindari oleh kebanyakan orang. Namun keberadaan sosok serigala saat ini sedang mengalami popularitas seiiring maraknya penggunaan hewan ini dalam berbagai proses produksi film. Lihat saja betapa wanita-wanita di penjuru dunia mengidolakan sosok werewolf yang bersembunyi dibalik tubuh kekar dan celana pendek Taylor Lautner dalam Twilight. Sementara Angsa adalah sosok yang amat kontras dengan keberadaan serigala yang buas. Angsa sangat identik dengan wanita,lembut,dan indah. Suka berada ditengah danau sambil menyibakan sayap seolah-olah adalah tuan puteri yang siap menggoda pemuda dari kalangan rakyat jelata. Namun apa jadinya bila Angsa dipertemukan dengan Serigala?
Kayanya sih ini postingan pertama ditahun 2012 kecuali kalo reblog-reblog gambar itu ikut masuk kategori postingan. udah agak lama gak nulis hal-hal yang baru. selama tahun kemarin kebanyakan nulis buat webzine lokal, yah isinya sih tentang musik, suatu hal yang memang saya sukai. tapi kadang menulis tentang musik itu membuat saya menjadi sok tahu dan sok pinter dan sok-sok jurnalis musik lah. siapa saya???
Whoaaaa!!! Hayley Williams please steap aside
Whoaaaa, Jeff Bridges!!
(Source: whereisthecoool)
Noted: Tender Double Cuff - Speaking to William of Tender Co.